14 Desember 2012 - , 0 komentar

MANUSIA, NILAI, MORAL DAN HUKUM

A. HAKIKAT, FUNGSI, DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL DAN HUKUM.
1. Hakikat , Nilai, dan Moral.
Pembahasan mengenai nilai termasuk dalam kawasan etika, bertens (2001) menyebutkan ada tiga jenis makna etika, yaitu :
a. Etika berarti nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah laku nya.
b. Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral.
c. Etika berarti ilmu tentang baik dan buruk.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berkaitan dengan nilai. Istilah nilai (value) menurut kamus Poerwodarminto diartikan sebagai berikut :
a. Harga dalam arti taksiran, misal nya nilai emas.
b. Harga sesuatu, misal nya uang.
c. Angka atau skor.
d. Kadar, mutu.
e. Sifat-sifat atau hal penting bagi kemanusiaan.
Beberapa pendapat tentang pengertian nilai dapat di uraikan sebagai berikut:
a. Menurut bambang Daroeso, nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu.
b. Menurut Darji Darmodiharjo adalah kualitas atau keadaan yang bermanfa'at bagi manusia baik lahir ataupun batin.


Sesuatu di anggap bernilai apabila sesuatu memiliki sifat sebagai berikut :
a. Menyenangkan (Preasent)
b. Berguna (Useful)
c. Memuaskan (Satisfying)
d. Menguntungkan (Profitable)
e. Menarik (Interesting)
f. Keyakinan (Belief).
Ada dua pendapat mengenai nilai , pendapat pertama mengatakan bahwa nilai itu objektif, dan pendapat ke dua menyatakan nilai itu subjektif, menurut aliran idealisme nilai itu objektif ada pada setiap sesuatu , tidak ada yang di ciptakan di dunia tanpa ada suatu nilai yang melekat didalam nya.pendapat lain menyatakan bahwa nilai suatu objek terletak pada subjek yang menilai nya. Misal nya, air menjadi sangat bernilai dari pada emas bagi orang yang kehausan di tengah padang pasir, tanah bernilai bagi seoarang petani, dan sebagainya, jadi nilai itu bessifat subjektif.
Nilai merupakan suatu yang diharapkan (das solen) oleh manusia. Nilai merupakan sesuatu yang baik yanng diciptakan manusia dan mendorong manusia untuk melakukan tindakan agar tujuan itu terwujud dalam kehidupanya. Dalam kehidupan ini banyak sekali nilai yang melengkapi kita, nilai yang beragam dapat diklasifikasikan kedalam macam atau jenis nilai.
Prof. Drs. Notonegoro, S,H. Menyatakan ada tiga macam nilai, yaitu :
a. Nilai materil.
b. Nilai vital,
c. Nilai kerohanian,



Moral berasal dari bahasa latin mores yang berarti adat atau kebiasaan. Dalam bahasa indonesia kata moral berarti akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nuraniyang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup. Kata moral ini dalam bahasa yunani sama dengan ethos yang menjadi etika.
Dari beberapa pendapat diatas, istilah moral dapat dipersamakandengan istilah etika, etik, akhlak,kesusilaan dan budi pekerti. Dalam hubunganya dengan nilai moral adalah bagian dari nilai, yaitu nilai moral. Nilai moral berkaitan dengan tingkah laku manusia tentang hal baik dan buruk.nilai penting bagi manusia
2. Norma Sebagai Perwujudan dari Nilai.
Nilai penting bagi manusia, sebab nilai bersifat normatif dan menjadi motivator tindakan manusia. Namun demikian nilai belum dapat berfungsi secara praktis sebagai penuntun prilaku manusia itu sendiri. Nilai perlu dikonkretisasikan atau diwujudkan kedalam norma. Nilai bersifat normatif dan berfungsi sebagai motifator tindakan manusia itu harus di implementasikan dalam bentuk norma. Norma merupakan konkretisasi dari nilai.
Norma atau kaidah adalah ketentuan-ketentuan yang menjadi pedoman dan panduan dalam bertingkah laku di kehidupan masyarakat. Norma berisi anjuran untuk berbuat baik dan larangan untuk berbuat buruk dalam bertindak sehingga kehidupan ini menjadi lebih baik.
Norma-norma yang berlaku dimasyarakat ada empat macam,yaitu sebagai berikut:
a. Norma agama,yaitu peraturan hidup manusia yang berisi perintah dan larangan yang berasal dari tuhan.
b. Norma moral/ kesusilaan ,yaitu peraturan/kaidah hidup yang bersumber dari hati nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia.
c. Norma kesopanan, yaitu peraturan yang bersumber dari pergaulan hidup antar manusia.
d. Norma hukum, yaitu peraturan yang di ciptakan oleh kekuasaan resmi atau negara yang sifatnya mengikat dan memaksa.
3. Hukum sebagai Norma
Berdasarkan pada uraikan sebelumnya.hukum pada dasarnya adalah bagian dari norma. Yakni norma hukum. Hukum sebagai norma berbeda dengan ketiga norma sebelumnya ( agama, kesusilaan,dan kesopanan). Perbedaan norma hukum dengan norma lainnya adalah sebagai berikut.
1. Norma hukum datangnya dari luar diri kita sendiri, yaitu dari kekuasaan/lembaga yang resmi dan berwenang.
2. Norma hukum di lekati sanksi pidana atau pemaksa secara fisik.
3. Sanksi pidana atau sanksi pemaksa itu di laksanakan oleh aparat negara.
Meskipun telah ada norma agama, kesusilaan dan kesopanan namun dalam kehidupan bernegara tetap di butuhkan norma hukum. Norma hukum dibutuhkan karena dua hal yaitu:
1. Karena bentuk sanksi dari ketiga norma belum cukup memuaskan dan efektif untuk melindungi keteraturan dan ketertiban masyarakat.
2. Masih ada prilaku lain yang perlu di atur diluar ketiga norma diatas, misalnya prilaku dijalan raya

B. KEADILAN,KETERTIBAN,DAN KESEJAHTERAAN
1. Makna Keadilan
Keadilan berasal dari bahasa arab adil yang artinya tengah. Keadilan berarti menempatkan sesuatu di tengah-tengah, tidak berat sebelah, atau dengan kata lain keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.berikut ini beberapa pendapat mengenai makna keadilan.
a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keadilan berarti prilaku atau perbuatan yang dalam pelaksanaanya memberikan kepada pihak lain sesuatu yang semestinya harus diterima oleh pihak lain.
b. Menurut W.J.S. Poerwodarminto,keadilan berarti tidak berat sebelah, sepatutnhya tidak sewenang-wenang.
c. Menurut Frans Magnis Suseno dalm bukunya Etika Politik Menyatatakan bahwa keadilan sebagai suatu keadaan dimana semua orang dalam situasi yang sama di perlakukan secara sama.
Mengenai macam keadilan Aris toteles membedakan dua macam kaedilan yaitu, keadilan komutatif dan keadilan distributif. Sedangkan Plato menyebutkan tiga macam yaitu keadilan komutatif,distributif dan legal atau keadilan moral.
2. Fungsi dan Tujuan Hukum dalam Masyarakat.
Ada empat macam fungsi hukum dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut :
a. Sebagai Alat pengatur Tertib Hubungan Masyarakat.
b. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial.
c. Sebagai penggerak pembangunan.
d. Fungsi kritis hukum.
Hukum bertujuan menjamin kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus bersendikan pada rasa keadilan di masyarakat. Dalam literatur ilmu hukum, dikenal ada dua teori tentang tujuan hukum yaitu teori etis dan utilities. Selanjutnya muncul teori campuran. Menurut teori tujuan pokok hukum adalah ketertiban, di samping ketertiban tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan yang isi dan ukuranya berbeda menurut masyarakat dan zaman nya.
Prof. Dr. Soekanto,S.H. menyatakan bahwa faktor-faktor pennyebab para anggota masyarakat mematuhihukum adalah :
1. Kepentingan – kepentingan anggota masyarakat yang terlindungi oleh hukum.
2. Complience atau penuhan keinginan.
3. Identification atau identifikasi.
4. Internalization atau internalisasi.

C. PROBLEMATIKA, NILAI, MORAL, DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
Moral adalah salah satu bagian dari nilai, yaitu nilai moral. Moral berkaitan dengan tingkah laku manusia. Tindakan bermoral adalah tindakan yang menjunjung tinggi nilai pribadi manusia, harkat dan martabat manusia. Nilai moral diwujudkan dalam norma moral. Norma moral, norma kesusilaan, atau disebut juga norma etik. Noma etik adalah peraturan hidup yang bersumber dari hati nurani dan merupakan perwujudan nilai-nilai moral yang mengikat manusia.
Antara hukum dan moral berkaitan. Hukum harus merupakan perwujudan dari moralitas. Hukum sebagai norma haru berdasarkan pada nilai moral. Noram moral adalah norma yang paling dasar, norma moral menentukan bagaimana kita menilai seseoarang. Secara pribadi maupun hidup benegaraterikat pada norma moral dan norma hukum.namun dalam kenyataan nya banyak terjadi pelanggaran baik terhadap norma moral maupun norma hukum. Pelanggaran norma moral merupakan suatu pelanggaran etik sedangkan pelanggaran terhadap norma hukum merupakan pelanggaran hokum.

0 komentar:

Poskan Komentar